Minggu, 01 September 2013

Perkembangan Janin Usia 1 Bulan / 4 minggu

 Pada minggu pertama terjadi pembuahan sel telur oleh sperma, di mana terjadi juga proses pertukaran kromosom dari sel sperma dan sel telur yang mengandung gen pembawa sifat bagi janin.

Bersamaan dengan itu, kadar hormon estrogen dan progesteron terus meningkat, yang menimbulkan perubahan-perubahan dalam struktur dan metabolisme tubuh ibu untuk mendukung menumbuhkembangkan janin.Sel telur yang telah dibuahi akan bergerak menuju rahim.
Dalam perjalanan  dari ovarium menuju ke rahim, sel telur ini akan terus membelah diri membentuk suatu massa sel, yang disebut blastosis. Setelah tiba di rahim, blastosis akan menempel (implantasi) di dinding rahim. Dengan berakhirnya ini, Ibu tidak akan mendapat haid.

Juga terjadi perdarahan, yang kebanyakan perempuan mengartikannya sebagai darah haid. Perdarahan yang terjadi adalah dampak dari implantasi sel telur pada dinding rahim. setelah terjadi implantasi atau menempelnya zigot pada dinding rahim, akan mulai terjadi pelepasan hormon HCG (untuk menilai tes kehamilan). Bagian embrio yang tidak melekat pada rahim akan tumbuh.

Tulang belakang, tulang ekor, tulang iga,dan sistem syaraf pusat mulai terbentuk. Begitu pula jantung dan jaringan pembuluh darah. Akan terbentuk dua buah lubang pada wajah pada janin. Lubang ini akan terisi oleh mata.

Pada mingu kelima ukuran bayi anda sekarang kira-kira sebesar biji apel dan pada minggu ini di sebut sebagai embrio. bayi anda sudah mempunyai detak jantung sendiri.

plasenta dan tali pusat sudah bekerja sepenuhnya pada minggu ini. vesikel-vesikel otak primer mulai terbentuk, dan sistem saraf mulai berkembang.

Jantung mulai berfungsi dan berdetak, memompakan darah ke seluruh bagian tubuh janin. Sel-sel mulai membentuk cikal bakal organ seperti cikal bakal ginjal, rahang bawah, tulang-tulang leher, wajah, tangan, serta kaki.

Pada akhir minggu keempat, ukuran janin yang berbentuk 1.000 kaki lebih besar daripada sel telur yang dibuahi.


Pesan

Pada bulan pertama ini, ibu hamil harus menjaga janin sebaik mungkin. Janin yang masih dalam proses pembentukan awal memiliki kondisi yang lemah. Karena itu, masa ini disebut masa kritis.

Untuk persiapan mental; pertama yakinkan dan beri dukungan dulu suami kepada isteri bahwa sekarang telah menerima anugerah yang sungguh luar biasa dari Tuhan (ingatlah kepada pasutri yg bertahun-tahun belum dikarunia), yang harus dipelihara dijaga dan dirawat dengan baik (tentunya hal ini banyak memerlukan pengorbanan, dan ingatkan pengorbanan ini nggak gampang, kedepannya ibu hamil akan banyak mengalami perubahan-perubahan), untuk suami, beri dia dukungan dan perhatian lebih dari biasanya, serta ciptakan suasana rumah anda yang harmonis, bahagia dan tenteram.

Jaga atau bantu isteri ketika menghadapi berbagai macam tekanan dan permasalahan.

Ingatkan terus, bahwa dia sekarang sedang berbadan dua, artinya psikologis ibu akan mempengaruhi janin yg sedang dikandungnya. Terus Jangan lupa berdoa. Perubahan emosi yang labil sudah mulai terlihat. Calon ibu kadang marah/bahagia/sedih secara tiba-tiba tanpa alasan jelas.

Lingkungan sekitar ibu hamil sebaiknya memahami dan mengerti kondisi ini. Buatlah kondisi yang nyaman bagi bu hamil, dan jangan sampai kondisi emosional ibu yang labil menjadi semakin buruk.

Untuk persiapan fisik, mulai sekarang jaga stamina ibu hamil jangan terlalu capek juga jangan terlalu diam. Banyaklah makanan bergizi terutama sayuran dan buah-buahan, banyak minum air putih, minum susu untuk ibu hamil (kalo bisa 2x sehari), minumlah multivitamin selama kehamilan.

Pada masa kritis ini sebaiknya ibu menjaga fisik engan baik dan jangan sampai mengalami stress. Jangan pernah memukul bagian perut secara lembut, apalagi keras.

Makan makanan bergizi, dan mulailah berkonsultasi dengan dokter kandungan ataupun bidan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar