Rabu, 03 April 2013

DAMPAK TURUNNYA HARGA KOPRA KHUSUSNYA DI WILAYAH KUALA TUNGKAL

PERKEBUNAN KELAPA DALAM

Kuala Tungkal pada masanya merupakan salah satu wilayah di propinsi jambi yang paling banyak memiliki Perkebunan kelapa penghasil Kopra, namun kini semua hanya tinggal cerita.
Pada saat ini sudah banyak perkebunan kelapa masyarakat yang telah di alih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit, tidak sedikit pohon-pohon kelapa dalam yang masih produktif di tebang oleh pemilik perkebunan tersebut untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit.

Mungkin timbul pertanyaan di benak pembaca blog@kualatungkalberita.blogspot.com 
"MENGAPA HAL INI BISA TERJADI?"





Sebenarnya hal ini juga terpaksa dilakukan oleh masyarakat dikarenakan HARGA buah Kelapa saat ini sudah tidak bisa di harapkan lagi untuk bisa  memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik itu harga kelapa bulat maupun kelapa yang telah di olah menjadi kopra.

Pada masa jayanya Harga kopra bisa mencapai  Rp.670.000-Rp.700.000 namun kini Harga kopra hanya tinggal Rp.187.000-Rp.240.000 per 100Kg

hal inilah yang membuat masyarakat banyak beralih dari perkebunan kelapa dalam menjadi perkebunan kelapa sawit yang saat ini Harga di pasaran cukup menjanjikan yakni mencapai Rp.1.200-Rp.1400 per 1 Kg
Pengolahan Kelapa dalam untuk di jadikan Kopra juga cukup memakan waktu dan tenaga yang besar , mulai dari pemetikan dari pohon, pengupasan kulit, pembelahan dan penjemuran menjadi kopra, sedangkan untuk kelapa sawit hanya cukup di panen dan langsung bisa di jual. (san)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar