Selasa, 02 April 2013

PEMADAM LISTRIK SUDAH DI IBARATKAN JADI TRADISI DI KOTA KUALA TUNGKAL

Persoalan seringnya listrik padam di Kuala Tungkal,
terkadang sehari bisa belasan kali padam, bukan lantaran kurangnya pasokan gas dari Petrochina melainkan karena gangguan ranting pohon.

Wakil Bupati Tanjab Barat Katamso
menepis sinyalamen yang menyebutkan pasokan gas kurang yang selama ini berkembang di masyarakat. Menurut Katamso, ia sudah melakukan pertemuan dengan PLN, PLTG, dan Petrochina terkait penjelasan atas pemadaman rutin hingga belasan kali dalam sehari tersebut. Dikatakan Wabup, dalam pertemuan itu, pihak Petrochina, PLN, dan PLTG mengaku tidak ada kekurangan daya dan pasokan. Hanya saja katanya, sensitifitas jaringan disebutnya yang menjadi masalah listrik padam.


"Dari hasil pertemuan saya dengan PLTG, PLN, dan Petrochina, mereka mengaku tidak ada persoalan dengan pasokan gas. Dari penjelasan mereka, listrik sering mati penyebabnya karena adanya gangguan dari ranting pohon pada bentangan jaringan kabel listrik sepanjang 216 itu," ungkap Katamso seusai meninjau ke lokasi Petrochina, Artinya, sambung Wabup, karena ada sensitivitas jaringan. Bukan adanya pengurangan pasokan gas yang sering disebut-sebut itu. Pemkab katanya, akan mengirimkan surat kepada para camat bersangkutan supaya menggerakan penduduk setempat  membersihkan dahan dan ranting yang berpotensi mengganggu jaringan kabel listrik yang membentang. Hanya saja sebut Wabup, saat ini terkendala jaringan yang melewati masuk ke area WKS. "Kita harus ada pembicaraan dulu dengan pihak PT WKS untuk merealisasikannya," ucap Katamso.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar